TAOTAUAJER - Semasa Israel mengebom dan menyerang Semenanjung Gaza pada musim panas yang lalu, seorang askar Israel mendekati seorang wanit...
KEJAM! - Askar Israel Beri Minum Air & Tembak Wanita Tua
TAOTAUAJER - Zionis Israel berusaha menanamkan pokok ghargad, pohon Yahudi di tanah yang berjaya mereka rebut dari Bangsa Palestin. Ini ju...
SERIUS! - Menghampiri Akhir Zaman, Pohon Gharqad Dijual Online
"Usaha penanaman pokok di Israel adalah yang sangat baik untuk menunjukkan kepedulian anda. Anda boleh menanam pokok untuk pelbagai kepentingan dan sekaligus menghijaukan Tanah Israel, dengan menghantar hadiah khusus untuk rakan atau orang yang dicintai. Untuk setiap pesanan, sebuah sijil indah yang boleh anda pilih sendiri akan dihantar ke penerima dengan mesej peribadi sesuai permintaan anda. Tanamlah pohon untuk berbagai kesempatan seperti: perayaan kelahiran, Bar atau Bat Mitzvah, acara wisuda, perkahwinan, ulang tahun, doa untuk lekas sembuh dari penyakit, atau pun untuk mengenang seseorang yang istimewa bagi anda tentunya. Selama 100 tahun terakhir, Jewish National Fund (JNF) telah menanam lebih dari 250 juta pokok di seluruh tanah Israel. "
"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, 'wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah ada orang Yahudi di belakangku , marilah dan bunuhlah dia. 'Kecuali (pohon) Gharqad kerana ia adalah pohon Yahudi. "(Riwayat Muslim VII / 188, Bukhari IV / 51, Lu'lu wa al-Marjan III / 308)
"Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang dikenal di negeri Baitul Maqdis (Palestin). Disanalah Dajjal dan Yahudi (akan) dibunuh (yakni oleh Nabi Isa dan kaum Muslimin). "
TAOTAUAJER - Akhbar Israel, Ha'aretz mengeluarkan berita kepedihan yang dialami oleh pasukan Israel pasca pencerobohan ke Gaza yang lal...
SERIUS! - Rakyat Israel Diancam Penyakit Diabetes Selepas Perang
TAOTAUAJER - Hamas menang? Sepertimana yang kita tahu pada 27 Ogos yang lalu telah menemui kemenangan dan di sambut meriah oleh pelusuk war...
INFO! - Betulkah HAMAS Menang Memerangi Israel ?
TAOTAUAJER - Briged Al-Qassam merupakan barisan ketenteraan HAMAS yang terdiri daripada pemuda-pemuda yang berumur antara 18 hingga 30 tahu...
INFO! - Siapakah BRIGED IZZUDIN AL- QASSAM Yang Digeruni Oleh Zionist Laknatullah
TAOTAUAJER - Sepertimana semua yang kita tahu sekarang nie tengah rancak isu memboikot barangan dan produk keluaran ISRAEL ZIONIS di atas t...
TAUTAK? - Siapa kata BOIKOT TIDAK EFEKTIF?
TAOTAUAJER - Lelaki Makan Nasi Kerabu Dalam Restoran McD Tanda Boikot Israel - Seorang lelaki mengambil langkah unik memboikot produk berk...
SERIUS! - Lelaki Makan Nasi Kerabu Dalam Restoran MCD Tanda Boikot Israel Menjadi VIRAL!
Namun, lokasi dan identiti lelaki tersebut tidak pula dinyatakan dalam gambar itu.
TAOTAUAJER - Ternyata benar, Allah subhanahu wa ta'ala akan memperbaharui dan selalu menambah jumlah generasi Palestin dengan jumlah ya...
SUBHANALLAH! - Keajaiban Bumi Gaza 1,400 Syahid Digantikan Lahirnya 1,400 bayi
TAOTAUAJER - Gaza merupakan sebahagian dari Palestin yg letaknya paling barat bhgan selatan, sempadan dengan mesir dan menghadap ke laut te...
TAUTAK? - APA YANG TERJADI JIKA GAZA JATUH KE ZIONIS ISRAEL???
TAOTAUAJER - Bumi palestin tidak henti-henti di bedil dan tiap -tiap hari di laporkan kematian yang melibatkan orang yang tidak bersalah ti...
PEMBONGKARAN! - Kebenaran Al-Quran Tentang Bumi Palestine
"Dan Kami tetapkan Bani Israil dalam Kitab itu," Kamu pasti akan berbuat kerosakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar, "(QS. al-Isra ': 4).
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka bermaharajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana, "(QS. al-Isra ': 5).
"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar," (QS. al-Isra ': 6).
"Jika kamu berbuat baik (bererti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa) sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai, "(QS. al-Isra ': 7).
"Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), nescaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang kafir, "(QS. al-Isra ': 8).
TAOTAUAJER - Jika 2 hari yang lalu kita melihat Al-Qassam memberi kejutan dengan melancarkan roket J80 yang hebat itu, kini Al-Qassam membu...
SERIUS! -'BURUNG ABABIL' BUATAN AL-QASSAM MENGEJUTKAN ISRAEL
TAOTAUAJER : Sehingga kini sudah banyak nyawa tidak bersalah yang terkorban antaranya wanita dan kanak-kanak. Semoga dengan keizinan allah kali ini israel dapat di hapuskan.
TAOTAUAJER - Warga Israel yang terang-terangan memusuhi Islam menunjukkan betapa mereka tiada hati perut apabila menonton serangan bom ke a...
KEJAM! - Rakyat Israel Bertepuk Tangan Sambil Tengok Rakyat Gaza Dibom

TAOTAUAJER - Isnin lalu, ketika pembunuh masyarakat Islam Palestin, Ariel Sharon hendak dikebumikan, utara Israel telah mengalami gempa bum...
SUBHANALLAH! - Malapetaka Gempa Bumi Semasa Ariel Sharon Di Tanam
TAOTAUAJER - Setelah lapan tahun koma, akhirnya manusia yang bertanggungjawab dalam tragedi pembunuhan sekurang-kurangnya 3,000 rakyat Pale...
SERIUS! - Akhirnya Ariel Sharon Mati Setelah 8 Tahun Koma dan Pendarahan Otak
Ikuti kisah azab Sharon tidak di terima bumi selama 8 tahun dan di siksa didunia sebelum kematiannya
▬▬►SubhanaAllah! - Bumi Tak Terima Jasad Ariel Sharon, Jasad Membusuk Tapi Tidak Mati
Ariel Sharon, the former prime minister and ex-general who embodied Israel's military might, has died, Israeli radio and television announced on Saturday.
The 85-year-old Sharon had been in a coma at the Sheba Medical Center near Tel Aviv for eight years after suffering a stroke in 2006.
Despised by Arabs for his hardline policies, Sharon was respected by Israelis for his military prowess and patriotism.Sharon, Israel's controversial 11th prime minister, earned the nickname “The Bulldozer” early in his career because of his reputation for stopping at nothing.
By ignoring orders as a soldier, he turned defeat into victory over Egypt in the 1973 October War.
When then Gen. Sharon led his troops across the Suez Canal, encircling the Egyptian Third Army, he violated orders from the military’s Southern Command.
Later, Defense Minister Moshe Dayan called Sharon the hero of the war. But, he added, had Sharon failed, he could have faced a court martial.
As Israel’s defense minister in the 1982 war against the Palestinian Liberation Organization, Sharon sent the Israeli army all the way to Beirut, while being accused of misleading the cabinet about his true intentions.
This action led to his greatest humiliation and his other nickname, given to him by Arabs: “The Butcher.”
When members of a Lebanese-Christian paramilitary group known as Phalangists entered the Palestinian refugee camps of Sabra and Shatila in Beirut, Sharon's soldiers, responsible for security in the area, allowed them in and even evacuated the wounded. But they denied responsibility for what happened inside the camps, where the Phalangists massacred at least 800 Palestinian and Lebanese civilians over three days.
The Sabra-Shatila massacre, as it came to be known, was one of the bloodiest chapters in Lebanon's 14-year civil war.Israel's subsequent Kahan commission of inquiry found that Sharon should have anticipated what the Christian militants would do and thus established he bore "personal responsibility" for the massacre.
It recommended he be removed from the defense ministry, with the understanding that he would never hold that office again.
Instead, in 2001, he became prime minister.
As part of his election campaign in September 2000, Sharon, then leader of the opposition party, led a Jewish delegation to the Temple Mount, the holiest site in Judaism.
The Al-Aqsa Mosque is part of the compound that Jews call the Temple Mount and is considered the third holiest site in Islam.The visit, which was aimed at emphasizing the Jewish claim to the holy place, sparked outrage among the Palestinians who called it a deliberate provocation.
The day after Sharon’s visit, following Friday prayers, large riots broke out around the Old City of Jerusalem. In the following days, demonstrations erupted across the West Bank and Gaza.
Many mark Sharon’s visit to the Temple Mount as the start of the Second Intifada and the end of the peace process.
An estimated 3,000 Palestinians and 1,000 Israelis were killed in the violence that did not end until 2005.
The violent uprising marked Sharon’s time as prime minister. But the man who had been known as the greatest field commander in Israel's history, the champion of Jewish settlers and of expanding Israel's borders, stunned the nation by ordering the evacuation of every single Jewish settler from Gaza.
He had come to the conclusion that Israel could not have everything. To keep most of the West Bank it would have to give up Gaza and then negotiate peace with the Palestinians.
It was a total about-face for one of Israel's greatest right-wingers. But before he could continue with his plan, on Jan. 4, 2006, at the height of his political power, he was struck down by a massive stroke and remained in a coma until his death.
"He'll be remembered as the last of his generation of Israeli fighters and founders," Dedi Cohen, a 38-year-old lawyer, told Reuters in Tel Aviv.
"He was a bulldozer who got things done. I know he was controversial, but he had values. He stood for something. That's missing today," Cohen said.
His decision to pull out of Gaza was still considered controversial.
"As a prime minister he took a very brave step in leaving the (Gaza) settlements. He did something unexpected that was very surprising for a right-wing prime minister, for the better," Anat Harel, 25, a computer science student in the southern town of Ashkelon told Reuters.
But in the Gaza Strip, Sharon was still reviled by many Palestinians. "Ariel Sharon is going the same direction as other tyrants and criminals whose hands were covered in Palestinian blood," Hamas leader, Khalil al-Hayya, told Reuters.
And there was no sympathy either in the occupied West Bank. "He's a terrible person," said Rauf Ramia, a laborer from the Qalandia refugee camp.
Regardless of his differing legacies among Arabs and Israelis, Sharon will always be remembered as a man who obeyed nobody's rules but his own - NBCNews
Sementara itu, rakyat Palestin menyambut gembira berita kematian Sharon. Di Gaza, ungkapan syukur atas kematian pembunuh kejam rakyat Palestin itu.
TAOTAUAJER : Akhinya, mati jugak Ariel Sharon yang kejam ini.. semoga dia ke neraka hendakNya... atas kesalahan nyer membunuh orang islam yang tidak bersalah. - Koleksi Kisah Benar
























Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances